Posts

Showing posts with the label semacam puisi

Manusia di tengah waktu

Malam lalu pagi Siang lalu sore Sore lalu malam lagi Tuhan tau kita tidak suka menunggu Dibaginya waktu-waktu Dicacahnya warna langit Tuhan tau kita tidak suka menunggu DisisipkanNya sore antara malam dan siang Malam antara sore dan pagi Tapi di antara itu, nyatanya manusia tetap menunggu Menunggu sambil terburu-buru Tergesa menatap detak jarum dilengannya Mengetuk-ngetuk kaki pada dinginnya lantai Manusia yang tak suka menunggu, Menunggu dengan gusar, Gusar yang membuat pikirannya buyar Buyar yang menjadikannya buta Buta atas segala upaya Tuhan memberi penghiburan Lewat waktu yang dibagi, lewat warna - warni langit yang dicacah Manusia yang tak suka menunggu Kini tetap menunggu Belum berubah, masih gentar, dan masih buta Tapi ia tetap menunggu Entah sampai kapan

Bagaimana Bisa?

 oleh : Rinai Senja Bagaimana bisa mataku memandang Mu Bila ribuan malaikat berlomba merentangkan sayapnya untuk menghalangiku? Bagaimana bisa aku bicara pada Mu Bila tajam belati menghujam kerongkonganku dan merobek pita suaraku? Bagaimana bisa aku mendengar Mu Bila butir demi butir udara memekakkan telingaku? Bagaimana bisa aku merasa Mu Bila sapuan badaipun tak mampu menggoyahkan bulu roma ku? Bagaimana bisa aku bertanya bagaimana bisa, Bila tiap pagi Kau ijinkan aku melihat senyum Mu lewat bunga yang merona ceria? Bagaimana bisa aku bertanya bagaimana bisa, Bila saban senja Kau ijinkan aku bicara lewat tilawah yang bernada? Bagaimana bisa aku bertanya bagaimana bisa, Bila kudengar merdu suara Mu mengalun sehari lima waktu? Bagaimana Bisa aku bertanya bagaimana bisa, Bila tiap saat kurasa belaian Mu lewat tangan Ibu Bagaimana bisa aku tidak menyadari semuanya?

KOSONG MLOMPONG

Aku sedang tak bisa berpikir apa-apa saat ini Otak kosong, pikiran ompong, ide bolong. Aku sedang tak ingin bicara apa-apa kali ini Otak kosong, pikiran ompong, ide bolong. Lebih baik diam daripada bohong!

C.I.N.T.A

Image
Cinta bukanlah rasa yang perlu di cari,  setiap hari ia menari memenuhi dinding hati. Tak terlihat memang karena hati terletak jauh di dalam, ia bukan mata yang indah yang dengan mudahnya menjerat siapa saja yang lewat, ia samar bagai bisik angin di musim kemarau, yang hanya bisa di rasa oleh ia yang peka dan penerima. Maka seperti itulah cinta, yang kadang hanya tergaris dari seutas senyum di muka. Pekalah dalam merasa, pandailah dalam menafsirkan isyarat, agar kau tau CINTA untukmu tak hilang kemana-mana ~ Dhita H.C Untuk semua saudara ku di jalan Allah yang sering haus cinta ruanghati.com

Ku Kabarkan Pada nya!

Image
[prosa perdana: harap sabar :D] ga2zzone.blogspot.com Aku berbisik pada daun-daun yang merasa sepi karena gugur dari dahannya, ia tua kering dan sekarat. Perlahan ku hembuskan kata tanya  tanpa mau mengusiknya. " Apa kau ingin kembali? ", matanya sayu berkedip lemah tanpa daya, bibirnya bergetar lirih seperti onggok sampah yang tak sudi menebar bau, "Iya". "Aku ingin kembali menjadi muda, berwarna hijau gagah dan di puja-puja oleh bunga dan matahari, menjadi daya bagi mereka, menjadi pelindung bagi ulat-ulat jelata", "Aku sakit dengan tua ku, aku sedih dengan warna coklat putus asaku, aku muak dengan ke tak berdayaanku aku ingin kembali", bulir air menetes membasahi sekujur tubuh ringkihnya, yang makin lama makin tergerus oleh hembusan angin senja.  Dengan tenaganya yang tak sampai separuh jiwa, ia bertanya padaku. Si tua renta, yang mulai peka terhadap aroma-aroma kubangan tanah, yang sebentar lagi dipanggil oleh sang Maha Daya, y...

Kepastian Kemungkinan

Image
Terang Gelap Abu-abu Gelap Terang Gelap Berharap terang Abu-abu Hampir terang Duduk, bersimpuh, menangis, merengek, mengemis Pada Nya... Pada sang penguasa absolut tanpa cela Terpercaya Tak pernah dusta Sungguh jual beli ini tiada satupun sengsara Percaya Berharap terang  Semoga Terang Aamiin dhita Yogyakarta, H-9 to 11

Martabat Matematika

Image
Oleh :Dhita Hayu Cahyani Bocah GUOBLOK...!!!! Mulutnya melolong panjang Urat wajahnya menegang Jari-jari nya menunjuk Mencoba utuk menekuk Suaranya Keras, Kasar Menghakimi, Menampar... Tuhan apa salahku??? aku hanya tak bisa Matematika... dibuat selepas melihat seorang bocah SD menangis sesenggukan karna dimarahi o/ org tuanya hanya karna kurang memahami angka2. tersenyum asem

Tuhan Ijinkan Aku

Image
Jika hari ini mendung menggantung  dan esok turun hujan seharian Ijinkan aku  menganggapnya sebagai takdir baik Mu Dimana Kau basahi tanah yang kering, Kau segar kan bunga yang layu, lemah, lunglai Jika hari ini mentari menyingsingkan senyum manisnya  dan esok badai datang tanpa di undang Ijinkan aku untuk tetap menganggapnya sebagai takdir indah Mu Dimana Kau karamkan segala durja dunia, Kau hapus segala penyakit jiwa Jika hari ini aku dapat tersenyum ceria, tanpa garis duka tergores di muka Dan esok aku meronta entah karena apa Ijinkan aku untuk yakin dan menganggapnya sebagai takdir bahagia Mu  Dimana Kau ajarkan aku untuk pasrah tanpa berhenti mengayun langkah Tuhan.... Takdir Mu sungguh mempesona Hanya kadang kepicikan ku membuatnya jadi derita Kebodohan ku Merusaknya jadi petaka... Maka ijin kan hamba untuk yang pertama kalinya membuka mata, hati, dan telinga... demi meyakini betapa Engkau sesuai dengan prasangka...

Betapa

Image
Betapa Allah menyayangiku... Di tengah keterbatasanku membaca kasihNya memahami titahNya menjalankan perintahNya Tangan suciNya tak pernah risih merengkuhku Betapa Allah mencintaiku... Di saat hatiku tertuju pada dunia fikirku berkelana entah kemana cinta ku bermuara pada selainNya sapa lembutNya tak henti  memanggilku kembali Betapa Allah mengasihiku Ketika raga ku lelah deras segala keluh kesah Amarah meruah ruah TegurNya tak lelah jauhkan ku dari kata menyerah Allah.... inginku mendesah namamu... tak hanya manis ucap bibirku... tak hanya gambaran indah dusta-dustaku... aku ingin ruang hatiku turut cinta pada Mu hela nafasku terisi namaMu... bukan karna janji surga Mu, hanya karna cintaku murniku untuk bertemu dengan Mu Allah betapa aku ingin begitu (usai menyadari bahwa Allah sungguh cinta padaku dengan memperpanjang surat ijin hidupku)