Gelombang!
Impian, kata orang harus dikejar. Namun kadang harus dialihkan untuk sesuatu yang lebih besar. Gelombang, melihat ibunya duduk di kursi teras rumah, membuka sebuah album foto usang yang diambilnya dari bawah meja. Dibuka, lalu tak berapa lama berhenti, tangan ibunya menahan di satu sisi. Matanya seperti betah berlama-lama melihat sebuah pose pada lembaran itu. Tangan ibu menyapu segaris senyum yang tersungging di sana.Bungah, dan Gelombang tahu foto siapa yang sedang dilihat ibu. "Ayah lagi?" Gelombang menyentuh pundak ibunya, memijit perlahan-lahan. Perempuan yang tidak lagi muda itu menyambut tangan anaknya lalu menciumnya, "selalu." "Bu," Gelombang berjalan memutar, duduk begitu saja di lantai, menyandarkan kepala di lutut ibunya. Dia sudah berusia dua lima tapi baginya tidak ada batasan waktu bagi anak yang ingin menunjukkan rasa cinta pada orang tua, "Sudah lima belas tahun, bu. Ibu tidak berniat..." "Menikah l...