Posts

Selamat Bulan Oktober Tuhan

Ketika semua diraih dengan mudah, mungkin kita harus cemas, jangan-jangan Dia sudah tidak peduli. Ini yang paling aku takutkan dalam hidup. Sebuah perasaan menuntut perhatian lebih dari Tuhan, tapi diri sendiri enggan kembali pulang. Pertanyaan-pertanyaan seperti kapan terakhir menangis di atas sajadah, kapan terakhir merengek mengiba-iba dalam doa, kapan terakhir kali mencandu Al-Quran dan namaNya tidak perlu terlontar bila saja semuanya masih rutin dilakukan. Tapi ketika ritmenya semakin jarang bahkan tidak pernah? maka kita benar-benar perlu kembali pulang.Mencari perhatiannya, kembali bercanda mesra, meminta segalanya. Ya, hanya dengan cara menyingkirkan debu-debu kesombongan dalam hati dan sadar bahwa pencapaian selama ini semua atas kehendakNya. Lalu tersungkur saja guling-guling kalau perlu, seperti anak kecil yang ketakutan ditinggal ibunya di sebuah pusat perbelanjaan. Tergantung, ketergantuntungan, tercandu kasih sayang Tuhan dan belaianNya. Tapi bersiaplah, mungkin setelah ...

A word from Michael Crichton

Ane teringat iklan DOVE yang inspiring banget. Di sebuah tempat ada seorang seniman forensik, dia terbiasa bekerja sebagai pelukis wajah buronan di salah satu kepolisian. Waktu itu dia diminta untuk melukis wajah beberapa wanita tanpa melihatnya. Wanita-wanita ini juga tidak saling mengenal satu sama lain. Para wanita itu masuk satu persatu, awalnya dia ditanya tentang ciri-ciri fisiknya, tentang detil wajahnya, tentang pandangannya terhadap diri nya sendiri. Setelah selesai dilukis, wanita itu juga ditanyai tentang ciri-ciri fisik maupun wajah dari wanita yang masuk ke ruangan itu sebelum dirinya. Selesai dilukis mereka diminta untuk melihat hasil lukisan di sebuah ruang display. Setiap wanita memiliki dua lukisan wajahnya, yang satu adalah hasil penggambaran mereka terhadap diri mereka sendiri, sedangkan yang satunya adalah penggambaran mereka dari sudut pandang orang lain. Hasilnya penggambaran orang lain terhadap mereka selalu lebih baik dan cantik daripada penggambaran mereka ter...

Happy B'day

Image
pict : klik Manusia punya hak dan kewajiban. Hak yang paling hak adalah hidup dan kewajiban yang paling wajib adalah mati. Aku belum pernah menyaksikan atau mendengar seseorang melanggar kewajibannya untuk mati. Saat seorang coba melanggar kewajiban untuk memakai helm, kewajiban mati datang lewat kepalanya yang pecah di bawah roda truk. Saat kewajiban untuk tidak mengonsumsi narkoba dilanggar kewajiban mati menghampiri lewat sendi-sendi yang ngilu dan sakau yang mengiris. Jadi kita bisa melawan kewajiban apapun kecuali mati.

Albothyl Mengajariku Arti Persaudaraan dan Pengorbanan

Image
Di dunia ini ane rasa semua orang pernah ngerasain sariawan. Iya, satu hal yang gedenya nggak lebih dari tai lalat tapi rasanya nyozzz! Sariawan emang bikin BT, apalagi sebagai manusia -  fitrah kita adalah suka berbagi. Berbagi cerita maksudnya. Kebayang dong gimana kasiannya temen kita saat mereka denger kita ngomong ngowos nggak jelas. Wesewesewes... sebagus apapun cerita kita, dia pasti lebih mendukung kita buat diem. 

Dua Ramadhan

Aku membaca lagi surat kusam itu hati-hati. Seharusnya di masa ini aku bisa tersenyum tiap senja di teras rumah, memetik   gitar untukmu, merayumu dengan suaraku yang merdu mendayu walau sedikit serak dan menerima secangkir teh panas yang khusus kau siapkan untuk lelaki tua sepertiku. Setelah itu kita duduk berdua, berdampingan, tidak terpisah walau oleh meja kecil di depan rumah. Kita tidak berjarak,   lekat.   Seperti mentari yang pelan-pelan juga mendekatkan tubuhnya, menenggelamkan diri pada malam yang ikut merapat naik. Berpadu dalam tenang namun diam-diam saling mengaitkan hati. Lalu anak lelaki kita pulang. Mencium takzim kedua tangan kita, masuk sebentar ke dalam rumah. Lalu keluar lagi menceritakan semua yang ia alami seharian.   Dengan bersemangat. Sampai pada akhirnya kita melihat wajahnya merona, saat ia menceritakan tentang hatinya yang mungkin sudah berhasil dicuri oleh seorang wanita pemalu, yang hanya bicara bila ada perlu. Lalu pura-pura tidak k...

Beliin Hadiah buat Bocah

Ane nggak nyangka, kegiatan beli hadiah buat bocah ternyata nggak sesimpel yang ane bayangin. Nggak sesimpel ngeluarin upil yang ada di idung dan nggak sesimpel milih jodoh. Kalau masalah jodoh mah, asal dia sholeh, tajir, ganteng udah jelas lah jadi idaman pemudi. Sayangnya yang mendekati sempurna gitu mungkin cuma ada di jamannya Rasulullah dan ane nggak punya time capsule buat balik lagi ke jaman itu jadi intinya, milih jodoh juga susah! #salahfokus.

Sebuah Senja di Bangku Taman Bersamamu

Image
Sebuah bangku taman di depan sana, yang warna coklat kayunya mulai pudar, sedikit berbalut lumut hijau meng hitam, menyimpan memori tentang kita. Saat bias  keemasan bermain-main di atas kepala kita. Banyak sepeda berseliweran di jalan. Dan terdengar suara tawa yang berderai-derai dari segerombolan orang di ujung sana. Saat itulah kau ajak aku bicara dari hati ke hati. Saat semua orang hidup dalam hidup mereka. Kau memilih untuk hidup dalam hidupku. Tidak ada yang lebih indah dari memandang mata coklatmu yang semakin terang tertembus sinar mentari. Merasakan lembutnya belaian jari jemarimu menyusupi helai demi helai rambutku.