Posts

Rasa Cinta adalah Rasa Lapar

Image
Hosh hosh hosh..... Capek juga ya teryata bersihin blog yang kena abu vulkanik... tapi sekarang udah mayan lah. At least kalau Michael Buble mampir tiba-tiba, dia sudi buat menginjakkan kaki di sini. Eniwe, ane sudah berjanji pada diri sendiri untuk menulis di blog hari ini. Jadi ceritanya pagi tadi, sambil melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan semua orang di atas lubang ajaib. Yup, jamban. Tiba-tiba wangsit ini datang. Entah kenapa ane kepikiran tentang cinta. Yah tiap hari juga kepikiran tentang cinta yang tak kunjung tiba sih #tsaaaah. -_-. Tapi cinta yang sekarang agak berbeda mamen. Entah kenapa ane merasa bahwa rasa cinta orang yang belum nikah (iye kayak ane. Nggak usah diperjelas gitu lah)  sama kaya rasa lapernya orang - orang yang lagi puasa.

Yeaaay Jadi Volunteer Di Museum Anak Kolong Tangga :)

Image
Maafkan ane yang lagi kecapekan dan males nulis. Tapi postingan ini dipost hanya untuk apa ya, eum... supaya nggak keilangan momen. Momen... oh momen. Well, bulan ini hidup ane sedang selow selow nya. Kerja siiih, tapi cuma beberapa hari aja. Lainnya libur. Dan ane mulai ngelihat bapak ibu khawatir sama kesehatan jiwa ane karena keseringan nongkrong di rumah. Ane jadi sering ngelamun, utik-utik upil di segala penjuru rumah, nonton  YKS dengan pandangan kosong (tapi boong). Akhirnya ane mencari kesibukan dengan daftar di Museum Anak Kolong Tangga sebagai sukarelawan... yeaaay!!! lonjak-lonjak. Seumur hidup ane, ini pertama kalinya ane masuk ke museum anak yang letaknya di kolong tangga...dan ini oleh2 dari sana...

Menyontek Hanya Ada Dalam Kamus Seorang Pengecut? I dont Think So!

Image
Really? Itulah pertanyaan yang pertama kali ane sorongkan saat membaca tulisan "Menyontek Hanya Ada Dalam Kamus Seorang Pengecut" di beranda rumah facebook . Ow yeah? Setelah ane berfikir cukup lama (perlu dicatat ini hal langka biasanya ane hanya bisa berfikir selama 2 detik) Kok, ane malah merasa sebaliknya ya? Menurut ane tukang nyontek dan segala manusia yang melakukan tindakan kriminal adalah para pemberani. Yup ane nggak salah tulis. PEMBERANI Caps lock, underline, bold, italic. 

A lil Journey of Buku Cimatcimut (Catatan untuk muslIMAT yang CantIk dan IMUT)

Image
Hai Februari... selamat datang. Bau malam tuh emang sedep bener, ditambah bau chiffon yang baru dipanggang oleh babe dan sembribit dari angin di luar. Oh ya, jangan lupakan juga pancaran hangat suhu tubuh si kucing yang ada di samping ane. Udah Februari aja, kalau udah ganti bulan tuh rasanya pengen ngambek sama diri sendiri, 30 hari sebelum ini udah ngapain aja, ngehasilin karya apa? dan kayaknya kok dikit banget ya yang bisa ane capai di bulan Januari, tapi alhamdulillah semua harus di syukuri.  Salah satu yang sangat ane syukuri banget di bulan Januari adalah bisa ketemu sama orang-orang dibalik terbitnya buku ane ke depan. Rasanya masih nggak percaya aja bahwa semua ini beneran nyata. Bisa nulis buku sendiri? mimpi kali, tapi mungkin Allah tau hamba Nya ini kalau nggak dikasih bakal nangis gower-gower makanya Allah kasih lah kesempatan buat ane ketemu sama orang-orang yang pada akhirnya membuat ane bisa bikin buku tulisan sendiri.

Ia Teduh

Aku berusaha, meski tidak keras. Meninggalkan suaranya di belakang. Aku ingin yang ku dengar hanya gema-gema yang akan lenyap ditelan jarak. Jauh-jauh dan jauh keujung sana. Tapi sejauh aku berlari, suaranya ikut mengejar menghampiri. Melambaikan sunyi yang menggoda, menghanyutkan selembar daun di atas sungai kesenyapan. Ia ramai tapi sepi. Ia renyah tapi miris. Ia riang tapi nelangsa. Ia mengerti aku dalam dua sisi bertentangan yang utuh. Menerima tanpa mencela. Ia adalah suaranya. Bait-bait lagunya. Lirik-lirik tuanya. Melodi klasiknya. Ia merengkuh tanpa mengeluh. Mendamaikan tanpa pura-pura kasian. Ia Teduh. #DiUjungMalamBertanggungJawabAtasIniSemua di ujung malam, di antara lelap dan sadar mulailah sekarang bernyanyilah bersamaku di ujung malam, di antara lelap dan sadar mulailah sekarang menarilah bersamaku sunyi ini merdu seketika di ujung malam, di antara lelap dan sadar mulailah sekarang menarilah bersamaku sunyi ini merdu seketika sunyi ini merdu seketika...

Tidak Peduli

 Mohon maaf saya tidak peduli lagi pada argumentasi-argumentasi manusia tentang isi kepala saya, tentang gerak gerik saya, tentang segala rupa yang nyata-nyata bukan milik saya, tapi milik Nya. Saya hanya peduli apa Dia suka, apa Dia murka. Maaf sekali lagi maaf wahai kalian kawan-kawan manusia yang tidak ku pedulikan. *Ditulis untuk merayakan kebebasan hati dan pikiran sambil mendengar Mohammad Istiqamah Djamad dan kawan-kawan membawakan Menuju Senja.

Kita Adalah Faktor Eksternal Yang Mempengaruhi Kita

Halah, panjang bener judulnya. Kaya mau serius aja, musti panjang prosesnya #eh (ini ngomongin apa?). Hm, judul di atas ane buat berdasarkan perasaan terdalam yang ane rasakan. Buat labiler sperti ane, bacanya harus disambung dan disampaikan dengan elegan ya "labiler", bukan lab-iler (kesannya jorok aja), faktor eksternal setidaknya memegang peranan penting dalam membentuk pola pikir. Mulai dari film, musik, sampai buku bacaan. Hal-hal itu bisa membuat ane goyah pendirian. Jadi kalau diibaratin sesuatu, mungkin ane ibarat bulu ketek gondrong di tangan seseorang yang sedang direntangkan. Kalau ada angin utara ya ke utara, kalau angin ke barat ya kita ikut ke barat mencari kitab suci (kalimat ini disponsori oleh Sun Go Kong).