Ku Kabarkan Pada nya!

[prosa perdana: harap sabar :D]

ga2zzone.blogspot.com

Aku berbisik pada daun-daun yang merasa sepi karena gugur dari dahannya, ia tua kering dan sekarat. Perlahan ku hembuskan kata tanya  tanpa mau mengusiknya. "Apa kau ingin kembali?", matanya sayu berkedip lemah tanpa daya, bibirnya bergetar lirih seperti onggok sampah yang tak sudi menebar bau, "Iya". "Aku ingin kembali menjadi muda, berwarna hijau gagah dan di puja-puja oleh bunga dan matahari, menjadi daya bagi mereka, menjadi pelindung bagi ulat-ulat jelata", "Aku sakit dengan tua ku, aku sedih dengan warna coklat putus asaku, aku muak dengan ke tak berdayaanku aku ingin kembali", bulir air menetes membasahi sekujur tubuh ringkihnya, yang makin lama makin tergerus oleh hembusan angin senja. 

Dengan tenaganya yang tak sampai separuh jiwa, ia bertanya padaku. Si tua renta, yang mulai peka terhadap aroma-aroma kubangan tanah, yang sebentar lagi dipanggil oleh sang Maha Daya, yang sudi tak sudi harus menghadapi kata Mati yang mematikan.... "Apa Kau Ingin Kembali?", Aku merunduk dalam, membuang muka kehamparan alam terluas, menjauhkan rona buruk rupa dari tatapan lemahnya. "Kalaupun bisa, aku tak mau kembali. Aku ingin Ia segera menimbang berat ringan dosaku, Aku ingin segera mengakhiri siksa neraka, setahun, seribu tahun, ratusan ribu tahun tak mengapa, tapi segera... segera saja. Aku benci masa mudaku, aku jijik pada dayaku, aku enggan pada kuasaku yang merusak, menyakiti, dan mengkhianati cinta-cinta mereka... Aku lelah, aku lemah... aku ingin segera ....Tiada. Dalam detik ke tiga kami diam, deras hujan mengibai kami.

Song: Ost Winter Sonata

Comments