Posts

Showing posts from December, 2014

Rasanya Luar Biasa

Image
Entah sejak kapan saya mulai mempercayai hal ini.  Ketika amanah datang kepamu tanpa kamu minta, itu tandanya Allah akan mendidik dan memapukanmu untuk menjalankan amanah tersebut.
Dulu, saat tergabung dalam sebuah organisasi menyenangkan bernama smart syuhada, saya suka kabur dari amanah. Alasan macem-macem, tapi hal paling mendasar mungkin karena saya tidak paham dengan apa yang saya lakukan. Parah banget kan? Keluarnya saya dari smart bikin saya merasa berdosa, karena saya tidak meninggalkan warisan apapun di sana. 
Lalu saya vakum berorganisasi. Buta sama sekali dengan yang namanya dakwah sekolah. Saya sudah sibuk dengan hingar bingar kerjaan. Tapi setiap ketemu temen yang membahas pelajar, rasanya ada sesuatu yang... entahlah bagaimana menyebutnya. Mungkin saya iri, saya ingin terlibat di sana lagi.
Lalu datanglah tawaran itu, dari mbak Maul. Untuk mengonsep sebuah acara puncak SILATNAS FORNUSA  II. Event besar di mana ROHIS-ROHIS dari seluruh Indonesia berkumpul, nah untuk tahun…

Semua Memang Luar Biasa dan Ini Tidak Berlebihan

Saya berangkat dari rumah siang hari, saat laki-laki shalat Jumat. Rencananya ingin ke jalan Kaliurang. Karena motor yang biasa saya pakai bocor ban belakangnya, maka saya meminjam motor Pakdhe. Motor ini memang ajaib. Sudah ngak ngik suaranya. Rem depan dan belakang agak-agak seret, tapi masih bisa jalan. Jadi sebenarnya saya perlu dzikir banyak-banyak saat mengendarainya. Dan itu yang tidak saya lakukan, karena sepanjang jalan saya hanya menyanyi. Astaghfirullahaladzim.
Sedang asik-asiknya bernyanyi karena tiba-tiba saya mendapat inspirasi nada, tiba-tiba motor ini melambat, semakin lambat dan, o la la. Macet!
Macet bukan sembarang macet karena motor ini mesinnya hidup tapi bannya benar-benar tidak mau diajak maju atau mundur. Ngunci. Saya yang awam masalah permotoran bengong. Kok bisa ya? Beberapa Bapak yang lewat selepas Jumatan memandangi saya heran, dan berlalu. Kerennya lagi, handphone saya tinggal di rumah dan saya nggak bawa duit yang memadai. Perfect. Duh harus gimana ya, t…

Rindu, Cinta, Waktu, dan Siapa

Hidup adalah kumpulan sesuatu yang tidak pernah tuntas. Semuanya dimulai tapi sedikit sekali yang bertemu titik. Rindu yang terpahat di atas kulit kayu itu, segaris demi segaris, minggu demi minggu, selalu menunggu tanpa tau kapan bertemu. Cinta yang dilontarkan ke atas lalu digenggam angkasa, seperti begitu nyaman di sana dan entah kapan kembali.
Tapi satu hal. Semuanya pasti berakhir, selesai maupun tidak. Semua pasti berakhir dengan sebuah jawaban atau tanda tanya. 
Waktu, dia begitu acuh memainkan perannya. Tidak bisa diajak kompromi. Waktu-waktu sudah diatur untuk begitu, patuh pada sang maha. Waktu untuk ini ,waktu untuk itu, dibatasi hanya segini atau segitu, tapi dia tidak mau tau apakah rindu-rindu itu telah bertemu atau masih membutuhkan perpanjangan waktu untuk menunggu. Apakah cinta itu sudah membumi dan dipeluk lagi atau masih tergenggam di angkasa dan minta waktu untuk bisa turun sebentar lagi.
Dan rindu yang setia menunggu berhak lelah juga lalu menyerah, apalagi jika …