Posts

Showing posts from June, 2014

Toleransi PILPRES

Image
Toleransi- saat ane SD, ane cukup sering mendapati pelajaran tentang hal satu ini terutama dari guru PPKN.  "Kalau ada orang yang sedang puasa, yang sedang tidak puasa sebaiknya tidak makan di depan yang puasa." Ini namanya toleransi. 
"Kalau kamu muslim dan punya teman yang merayakan natal, sebaiknya kamu datang dan mengucapkan selamat natal." Ini juga toleransi (kata guru SD, pendapat ane mengenai ini bisa dibaca di sini)
Ya gitu deh, karena saat SD hidup kita belum sengehe sekarang, nggak gitu banyak tingkah, dan masih polos bin unyu. Jadi perbedaan yang kita kenal saat itu hanyalah perbedaan jenis kelamin lelaki-perempuan, suku budaya serta perbedaan agama. Sehingga contoh-contoh masalah toleransi hanya mengkover ranah itu.

Monolog Kantuk

Image
Dalam apa kamu sangat dekat dengan Tuhanmu?

Dalam diamnya malam
Saat lampu kamar pingsan sementara
Ketika selimut ditarik hingga ke leher
Waktu kepala berpasrah pada empuknya dakron bantal

Saat itu lelahku berjumpa kekasihnya
Pejamku datang setengah-setengah
Otakku tetiba begitu cerdas merangkum masalah-masalah

I Know It's Hard For You Dad

Hei Bapak...
Bapak yang sudah menjadi bapakku selama hampir dua puluh empat tahun ini. Terimakasih sudah menjadi yang terbaik. 
Menjadi teman, jadi penasihat, jadi pengingat, jadi pelindung, jadi pahlawan, jadi apapun dalam satu waktu.
Banyak orang bilang anak perempuan akan lebih dekat dengan bapaknya. Rasa-rasanya iya. Dari kecil sampai remaja, aku ngerasa deket banget sama bapak. Bapak yang ngebelain aku di depan ibu kalau aku sedikit nakal, bapak yang selalu nyanyiin tembang dolanan di depan teras sambil melihat bulan purnama, bapak yang selalu mendongeng malam-malam sebelum kami bobok. Yang ternyata berpengaruh besar terhadap minatku untuk menulis cerita sekarang-sekarang ini.

Menyaksikan Cinta

Begitu banyak orang yang dengan mudahnya mengeja kata cinta. Berangan-angan ingin mencinta sampai tua. Tapi yang membuktikannya? 
Terlepas dari usia yang memang telah jadi takdir kita, sepertinya bertahan dalam cinta sampai usia senja tidak semudah teori-teorinya. Lalu apakah cinta yang bertahan selamanya hanya ada di dongeng saja?

Kail-Kail Harapan di Awan

Image
Aku punya sebuah cerita, tentang harapan yang sama-sama kita punya. Taukah? Dia tidak berupa di depan mata kita. Dia tak beraroma saat kita menghirup udara. Dia tak terasa oleh indra peraba, tapi dia ada. Dia ada sebagaimana kita meyakini adanya cinta.
Dia berjalan dari dalam hati. Iya, bayangkan... setiap hati kita punya pintu yang bisa dibuka. Lalu lewat pintu itu ada yang bisa masuk, ada yang bisa keluar. Harapan adalah dia yang menunggu lama untuk dikeluarkan. Jumlahnya banyak, di sana ia berjejal - jejal dengan yang lainnya.  Saling tunjuk tangan untuk dikeluarkan duluan.

InterviewMe "Hidup"

Dhita : Hai selamat pagi. Apa kabar?
Dhita : Baik. Alhamdulillah. Eum cuma rada mumet sih gara-gara flue.
Dhita : Wah, cepet sembuh ya.
Dhita : Tengkiu
Dhita : Baidewe, kamu kan udah hampir 24 tahun ya hidup di dunia. Menurutmu kamu sudah benar-benar hidup selama berapa tahun? Atau kamu merasa benar-benar hidup saat usia berapa sih?
Dhita : Pertanyaannya lumayan berat ya bok haha. Tapi coba ane jawab. Ane merasa start hidup di atas usia lima tahun. Maksudnya momen-momen saat usia lima tahun ke atas itulah yang bisa ane inget. Lalu mulai dapet hidayah saat SMP. Nah saat SMP sampai awal SMA itu ane merasa benar-benar hidup. Rasanya kaya bener-bener dipeluk gitu sama Allah. Tapi seiring berjalannya waktu, mungkin ane sendiri yang menjauh. Dan sekarang-sekarang inilah ane ingin mendekat lagi.