Posts

Berbagilah! Biar Allah Yang Atur Cash Flow Kita

Image
Saya bukan termasuk orang yang suka membuat catatan keuangan, tidak pandai juga dalam merencanakan keuangan. Dulu pernah sih mencoba mencatat pemasukan setiap gajian, lalu mencatat semua pengeluaran mulai dari yang besar sampai ke hal kecil-kecil seperti ongkos parkir, tapi lama-lama saya stress, hidup saya jadi ketakutan karena melihat angka-angka itu terus berkurang. Ya sudah, akhirnya saya putuskan agar cash flow saya mengalir saja tanpa dicatat.

Beberapa kali gajian membuat saya mengamati sesuatu yang aneh. Ada suatu masa ketika saya meniatkan dalam diri untuk mendonasikan sepuluh persen gaji saya, berapapun gajinya. Oh ya perlu diketahui, saya adalah seorang freelancer yang gajinya tidak menentu, kalau kerjaan sedang banyak ya bisa terima gaji besar kalau pas kerjaan sedikit ya saya hanya menerima sedikit saja. Saya biasa menyalurkan donasi lewat teman yang bekerja di lembaga zakat, atau infaq di masjid, atau memberi kepada dhuafa terdekat. Apakah mudah istiqomah memberi setiap ha…

Anak Hujan

Image
Jangan suka menebak-nebak!
"Ini kayanya lahir hari Jumat nih!" Kata mbah Kung. Hari Jumat lewat. .
.
"Berarti kalau lahir hari Sabtu wetonnya adalah..." Mbah Kung menebak lagi. Hari Sabtu lewat.
.

Citaku Adalah Ibu

Image
Menulis ini aku berangkat dengan sebuah kebingungan, ibuku bukan tipe orang yang suka mendudukkan anak dihadapannya lantas memaksa kami mendengar wejangan-wejangan, sehingga jika ditanya pesan ibu yang tetap kujalankan hingga hari ini, aku tak punya bahan. Ia tidak pernah berpesan apa-apa secara lisan. Namun, jika yang dimaksud pesan adalah bagaimana caraku mengambil pelajaran darinya, maka aku punya banyak cerita.

HARAPAN

Image
Harapan adalah nafas dan pencapaian adalah muaranya. Ada yang bilang, hidup tanpa harapan sama dengan mati karena esensi hidup tidak ada lagi. Bukankah hidup ini dibuat sebagai lahan perjuangan? Lantas, kalau tidak ada yang diperjuangkan buat apa hidup?
Saya senang melihat rupa-rupa harapan dan mimpi, saya senang mendengar cerita seorang kawan menanti hasil perjuangannya untuk bisa sekolah ke luar negri, saya bahagia melihat sepasang tuna netra yang berjalan bergandengan sambil mengabarkan bahwa ia buka pijat tuna netra, dan saya buncah melihat anak-anak di belahan bumi mana pun tersenyum, karena ia tahu ada nafas yang ia punya untuk berjuang mewujudkan harapannya.

Kata

Image
Saya bukan pujangga ataupun punggawa sastra yang mahir berbahasa. Saya hanya seorang perempuan yang menyukai kata dan tanda baca yang berderet menggandengnya. 
Kata bisa mengumpulkan rindu tanpa harus tahu ke mana muaranya. Kata bisa menghangatkan walau tanpa bara dan kata adalah sarana kita mengumbar rasa.
Tapi sejak kenal dia kata-kata itu sirna-- berubah jadi makna, sesuatu yang melampaui rasa. 
Sejak kecil saya mengenal kata cinta,tapi baru tahu maknanya saat ada dia. Saya tahu rasa rindu dari dalam buku, dan kini mengerti betapa lara sebuah kerinduan tanpa jumpa. 
Kata-kata seperti tenggelam begitu saja, lumat saat saya menatap matanya, menggenggam jemari kasarnya, membelai pipinya. Pria di depan saya bukan lelaki biasa, di pundaknya ada tanggung jawab besar, lebih besar dari dunia seisinya. Ia adalah nahkoda yang membawa kapal kami berlayar mengarungi bahtera. Pasang surutnya diatur Tuhan namun ialah yang harus menghadapi tantangannya. Dan saya di sisinya sebagai teman, mengikuti ke…

Kami Menikah

Image
Tulisan ini sudah terencana sebelum hari itu tiba, hanya saja karena satu dan banyak hal saya baru bisa mengunggahnya hari ini.
Kami menikah!
Ahad 10 September 2017 ada dua orang yang dini hari sekali harus bersiap menuju meja akad. Ada dua orang yang berubah status. Ada dua orang yang akhirnya secara sah dan meyakinkan diperbolehkan untuk bersalaman padahal sebelumnya melirik pun ragu.
Menulis ini, ingatan saya tidak bisa tidak, harus kembali ke masa itu. Saat saya menerima proposalnya, saat saya bertanya ke sana kemari harus menjawab apa, dan saat saya duduk berdoa di atas sajadah meminta jawaban dari Nya.
Dia adalah sosok lelaki yang tidak pernah saya kenal. Seratus persen asing. Kami saling tahu karena dikenalkan oleh teman. Awalnya tentu saja saya yang mengirimkan biodata, tapi saya tidak pernah tahu bahwa biodata itu akhirnya jatuh ke tangan seorang pria yang saat ini menjadi suami saya. Lepas menyerahkan biodata pun saya tidak menunggu, saya bahkan lupa kalau sempat mengirim …

Apabila Dia Memanggilmu

Image
Tato di leher itu tidak bisa menipu, usianya lebih muda dari saya, namun nampaknya ia punya cerita hidup lebih banyak.
Namanya Gebyar Putra Ramadhan, kalau saya bertemu begitu saja dengannya di jalan, mungkin saya akan ketakutan atau setidaknya pikiran saya yang judgemental ini akan mulai menilai dia pasti begini atau dia pasti begitu dari tato yang merambati leher sampai tangannya. Namun untunglah, sore itu saya punya kesempatan untuk berbincang, berenang dalam kehidupannya, dan menyelami makna adanya ia sebagai serangkaian episode kehidupan saya hari itu.
Berbincang dengan Gebyar, membuat saya percaya bahwa ia baik. Sorot matanya, nada suara, serta gesturnya yang malu-malu, agak kurang sinkron dengan tato yang selama ini setahu saya merupakan simbol perlawanan, simbol pemberontakan dan keberanian. Ya, mungkin dulu begitu, tapi pembangkangan Gebyar sudah luluh oleh kasih sayang Allah dan taubat yang panjang.
2006-2007 masa SMP adalah awal pria ini mengenal narkoba, pintu gerbangnya-…