Barometer


Buat ane, hati itu ibarat barometer tingkah polah kita yang lebih banyak pecicilannya dari pada benernya , heu... curhat ini mah. Tau kan barometer?, itu lho yang ada di motor, yang persis di depan kita yang ada garis-garis ma angkanya kalo kita ngebut jarumnya ke arah kanan kalo kita lambat jarumnya balik lagi ke kiri. Itu mah speedometer dung dung . Sebenernya ane juga rada lupa barometer itu apa, tapi yang jelas itu adalah sebuah alat yang di gunakan utuk mengukur sesuatu.Mari kita tanyakan pada Galileo... tet toret toreeet....!!!.

Oke balik lagi ke masalah hati. Kenapa ane bilang hati itu barometer?, pernah ngerasa ga sih ketika kita melakukan sesuatu yang ga bener tiba-tiba perasaan kita jadi nggak enak. Ini beda ya sama nggak enak hati, nggak enak hati itu sungkan. Kalo perasaan nggak enak itu ya.. sesuatu yang bikin kita cemas, gelisah, pokoknya ga nyaman banget. Pernah ga? Nah! itu lah dengan caranya yang misterius hati kita menjalankan tugasnya, memberi warning ke kita-kita dengan melemparkan bumbu-bumbu perasaan yang ga enak tadi. Hal ini lah yang ane sebut dengan barometer. Hati mengukur tingkat ke nggak tau dirian diri kita sebagai makhluk hidup. Makin ga tau diri jarumnya makin condong ke kanan, kalo uda mulai insyaf jarumnya condong ke kiri.

Dan hati itu nggak bisa di boongin. Cuma kadang kita aja yang terlalu naif dan ga mau nurut ama kata hati. Kalo udah kejadian yang enggak-enggak baru deh nyesel. Sama aja kaya kalo kita naek motor udah tau  ada lampu merah masih aja di langgar. Kalo akhirnya ketabrak laler yang nempel di spion truk, siapa coba yang sakit? Lalernya kan?! #eh.  

Yah...hari ini sih ane cuma merasa nggak nyaman aja sama apa yang ane lakukan. Ane merasa bersalah dan kalo ane bisa tegas pasti hasilnya bakal lebih baik. Hati itu selalu punya tempat buat rasa bersalah, tinggal diri kita aja yang bisa mutusin berani atau enggak untuk balik ke jalan yang bener. Hari ini ane banyak belajar, untuk mengingat bahwa ketidaktegasan itu ga bisa di biarkan. Semoga besok ga terulang lagi. aamiin

Dari An-Nawwas bin Sim'an r.a, dari Nabi SAW yang bersabda : " Kebajikan itu adalah budi pekerti yang baik. Dan dosa pula adalah apa yang tersimpul di dalam diri engkau dan engkau benci bahawa ia diketahui manusia mengenainya. 

~ Riwayat Muslim 



Dari Abi Wabishah bin Ma'bad r.a : " Bahawa aku datang kepada Rasulullah SAW lalu banginda bertanya : ' Engkau datang bertanyakan erti kebajikan ? ' Aku menjawab : ' Ya '. Sabda Rasulullah SAW lagi : ' Tanyalah hati engkau. ' Kebajikan itu ialah apa yang mententeramkan diri engkau kepadanya serta mententeramkan hati. Manakala dosa pula ialah apa yang mengganggu jiwa dan meragui dalam dada, walaupun orang ramai telah memberikan engkau fatwa dan terus menfatwakan sesuatu.' "

Comments

  1. yuliana puspitasariJune 6, 2012 at 12:23 AM

    penyesalan selalu di akhir Ukh, semoga tidak terulang..aamiin aamiin aamiin 

    ReplyDelete
  2. Intinya selalu waspada dan hati-hati =)

    ReplyDelete
  3. Jikalau masih ada rasa berdosa saat melakukan hal yg tak seharusnya, itu berarti potensi taqwa dalam diri masih tersisa, dan masih bisa dikembangkan untuk jadi lebih oke lagi :)

    ReplyDelete
  4. aamiin, aamiin mohon doanya mbak Din :)

    ReplyDelete
  5. iyaa...yuuul dan selalu butuh anti dan temen2 akhwat yg kain untuk mengingatkan :(

    ReplyDelete

Post a Comment