Secangkir Teh Sejuta Cerita with Owner Kedai Teh Lare Solo

kedai-teh-laresolo.blogspot.com

Cimuters let me share something. Pagi ini pukul sembilan MQ fm Jogjakarta kedatangan tamu istimewa. Surprise-surprise, karena sebelumnya ane tidak tau bahwa akan ada narasumber. Ane sudah membayangkan akan ngomong sendiri seperti biasa. Tapi Allah yang maha baik hati ternyata mengirimkan teman buat ane. Here here... mereka adalah Mbak Dani dan Pak Bambang Lare Solo. Yup, Pak Bambang adalah pendiri atau pencetus atau owner (haha) Kedai Teh Lare Solo yang ane pamerin di dua postingan sebelumnya.


Kenapa ane excited? karena dunia teh merupakan hal baru bagi ane. Bukan, bukannya ane nggak pernah minum teh. Sebagai orang Jogja - keluarga punya tradisi minum teh di pagi dan sore. Tapi tehnya ya... you know lah teh yang beredar di pasaran. Yang tidak ane pedulikan bagaimana rasanya. Bagaimana cara menyeduhnya. Minum ya minum aja. 

But then, setelah ane ngobrol kesana kemari tentang teh, dijelaskan oleh orang yang memperlakukan teh sebagaimana memperlakukan kekasih, nampaknya ane juga mulai jatuh cinta. Hwaaa tanggung jawab! :D

Pak Bambang dan mbak Dani berhasil bikin ane mau tau banget tentang dunia teh. Mereka menjelaskan bagaimana memperlakukan teh, bagaimana memilih bibit dengan kwalitas oke. Bagaimana menyeduh teh yang baik. Pssst... ini rahasia, kata mereka teh yang baik itu hanya boleh diseduh 1-5 menit. Bukan bermenit-menit seperti yang selama ini kita lakukan :3 #ah aku khilaf. Karena semakin baik kwalitas teh, semakin teh itu sulit pekat. Nah looo... Dan katanya lagi, kenapa orang kita lebih mengenal teh dengan warna pekat? Sebenarnya dulu ketika jaman Belanda teh-teh yag diseduh oleh simbah-simbah kita bukan daun tehnya tetapi batangnya. Batang itulah yang mengeluarkan warna. Terus daunnya kemana? Daunnya dikirim ke Belanda kakaak :( ah aku harus merebut kembali daun-daun itu! wakakaka.

Ya, ini cuma sebagian yang kami obrolin. Belum ngomong ke filosofi, belum ngomong cara menyajikan teh atau ngomong masalah the art of tea blending nya... aw aw. Ada mixing, penambahan aroma - oh I forget the term, my bad, dan penambahan rasa atau flavoring. Pokoknya seru banget lah, waktu satu jam eh 45 menit rasanya kurang. Ane masih pengen tanya-tanya. Dan ane harus tanya-tanya! :D

Hm... dari perbincangan lumayan panjang tadi, ada satu hal yang ane pelajari. Bahwa ketika kita sudah mencintai suatu bidang, bergelutlah di bidang itu sebaik-baiknya. Jadilah seorang yang ahli di sana. Berjuang dengan sungguh-sungguh selayaknya kita memperjuangkan cinta. Kenapa, karena cuma kita yang tau - hal apa yang membuat kita bahagia. Dan cinta selalu membuat kita bisa totalitas tanpa terpaksa.Nggak peduli seaneh apa kesenangan kita di mata orang selama nggak melanggar syariat, selama nggak merugikan orang lain, tabrakin aja. Oke, kalau pada akhirnya pembahasan ini harus mentok di masalah kebutuhan hidup atau materi, ane sih percaya bahwa Allah bisa memberikan rejeki dari mana saja. Dari hal-hal yang nggak pernah diduga. Buktinya, meskipun Kedai Teh lumayan antimainstream di Jogja (jika dibanding dengan kedai kopi) dia tetep exist dan makin lama makin banyak yang dateng. Mungkin karena niat awal mereka untuk berbagi, untuk mengedukasi warga Jogja tentang teh maka Tuhan juga tidak ragu-ragu untuk memberi balasan bagi mereka.

Dan ane bahagia ketika mendengar mereka bilang...

"Kami bahagia ketika banyak pelanggan yang bisa tau tentang teh, bisa ngobrol dan cerita panjang tentang hidupnya dengan ringan. Dan itu semua dimulai dari TEH" Tea . Sharing . Nature- Just like its tag line.

Buat teman-teman yang pengen mampir ke Kedai Teh Lare Solo, bisa langsung cuss ke Ruko Rafflesia Babarsari.Gampangnya, ada di daerah depan SMA 1 Babarsari (BBC). Mau tanya tentang teh bisa ke pak bambang di akun twitternya @laresolo, atau follow akun Kedai Teh Lare Solo di @mariminumteh. Oh iyaa... di sana juga ada makanan looh :D.

Buat yang pengen ke sana tapi nggak ada temen... boleh traktir ane #plak :D

Ini gambar-gambar ane comot dari google kaaak :D. Biar tambah mupeng :p




Last but not least (koyo pidato boso Enggres). Ini quote favorit tentang teh yang dalem banget.

If you are cold,

tea will warm you; 

if you are too heated, it will cool you; 

if you are depressed, it will cheer you; 

if you are excited, it will calm you

  - William Gladstone-


Selamat memilih jalan yang benar, jalan yang bukan membuat mereka bungkam, tapi jalan yang membuatmu tertawa riang ;)


Comments

  1. Marqudheet, mari ngeteh hahahaha. BTW mana 2 postingan sebelumnya?

    ReplyDelete

Post a Comment